Rabu, 22 Juni 2022
SOAL UJIAN SEMESTER 4
SOAL UAS SEMESTER 2
Selasa, 02 April 2019
Isro' Mi'roj Leke Dhalem Bergetar
Pengajian Umum dalam rangka memperingati Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW. di Lembaga pendidikan islam Nurul Jadid Leke Dhalem ini menghadirkan Kiai Kondang dari Larangan Ganding Sumenep, yaitu Kiai Sabit seorang ulama kharismatik lulusan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Kiai Sabit yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mahasinul Ahlak ini secara kebetulan adalah sahabat baik Ketua Yayasan Nurul Jadid yaitu K.Darussalam BA, sekaligus teman waktu sama-sama mondok di Lirboyo dulu. Menurut Kiai Darussalam, sebagai ketua Yayasan Nurul Jadid, Beliau telah mengundang Kiai Sabit 2 bulan acara mengingat padatnya acara Kiai Sabit dalam memberikan ceramah di berbagai daerah khusunya di Kabupaten sumene dan Pamekasan.
Secara terpisah, Ma'od yang merupakan Panitia inti dalam hal perlengkapan yang telah mampu membuat pentas kehormatan menajdi mewah, mengakui bahwa pesiapan mengadakan kegiatan Isra' dan Mi'raj ini sebenarnya agak cukup lama, termasuk mempersiapkan beberapa bambu. Pada awalnya memang merasa ragu karena tidak lama sebelum pelaksanaan acara salah satu panitia inti juga telah meninggal dunia, yaitu Bapak Jatem (semoga diampuni dosa-dosanya). Namun dengan semangat kebersamaan panitia yang lain akhirnya kegiatan dapat terlaksana dengan sukses.Minggu, 09 Desember 2018
Sabtu, 20 Oktober 2018
TERJADI KEBAKARAN DI LEKE DHALEM
Setidaknya 16 nyawa melayang dengan kondisi luka bakar.
Berawal dari tumpukan sampah yang menggulung di sebelah utara musholla nurul jadid, para Jama'ah shalat subuh langsung berhambur menuju lokasi. Ternyata kobaran api telah melalap sampah bekas bangunan rumah yang telah tidak dipakai. Sementara Man sahamad, warga dusun padenan membenarkan adanya peristiwa kebakaran ini dengan merenggut korban nyawa nyamuk 16 ekor yang tewas karena kehabisan oksigen. Sementara pihak kepolisian masih menyelidiki tentang motif kejadian ini apakah kebakaran atau memang kampoan. (qb.lekeDhalemPOS)
Jumat, 19 Oktober 2018
Sabtu, 23 Juni 2018
ANAK : antara milik kita dan titipan Ilahi
Kamis, 21 Juni 2018
Meluruskan historis hari raya ketupat : antara perintah agama dan realitas budaya madura
Hari raya ketupat telah dilaksanakan sejak ratusan tahun yang lalu oleh masyarakat madura khususnya daerah leke dhalem, nung malang, jatean, dan beberapa kota besar di desa lenteng dan ganding. namun demikian mereka menerima dan melakukannya dengan baik tanpa ada beban untuk merayakannya. Sepintas hari raya ketupat memang tak berdasar dan bisa jadi klaim bid'ah dapat denga mudah distempelkannya terutama oleh golongan sebelah dengan alasan tidak ada ayat atau hadits yang mendasarinya.
Jika dilihat dari grafis historis sejak wali songo islam menjadi booming dan diterima oleh masyarakat madura, dalil yang bisa dijadikan pijakan pelaksanaan hari raya ketupat adalah sebuah hadits yang berbunyi : من صام رمضان فاتبعه بست من شوال فكانما صام الدهر
Barang siapa yang puasa di bulan Ramdhan lalu ia berpuasa 6 hari pada bulan syawal, maka ia sperti telah berpuasa 1 tahun
ulama terdahulu (walisongo) mengajarkan masyarakat agar mngikuti jejak Nabi untuk berpuasa 6 hari di bulan syawal setelah ia menjalani puasa selama 1 bulan penuh. lalu setelah hari raya idul fitri ia berpuasa 6 hari maka seminggu setelah itu mereka merayakan kemenangannya yang ke dua kali yakni berhari raya ketupat. sementara itu di beberapa daerah yang kurang memahami akan historis syariyyah ini menganggap hari raya selama 7 hari lalu ia meraikannya selama 7 hari tanpa henti hingga 1 minggu pasca idul fitri. maka budaya inilah sebenarnya yang pantas diklaim sebagai pelaku bid'ah.
Kamis, 05 Oktober 2017
Kuliah malam jumat bersama Prof. Hamid Sarong MH.
Sejatinya, dalam jadwal yg telah beredar tidak ada kuliah Kamis malam, namun karena faktor perpadatan kuliah bersama Prof.Hamid dengan mata kuliah sistem peradilan di Indonesia ini dilaksanakan Kamis malam (nanti malam - -red). Penegasan perkuliahan ini kembali disampaikan Prof.Hamid tadi saat Beliau akan menutup pertemuan perkuliahan tadi sore. Semetara itu bapak Yusuf, salah satu mahasiswa unit 2 yang berasal dari pulau Sabang juga merespon positif atas adanya perkuliahan yang akan diadakan malam hari, pasalnya, karena ia juga tidak bisa pulang hari ini ke Sabang, jadi tidak masalah kalau nanti malam kita mesti ada perkuliahan lagi.
Di tempat terpisah, wartawan info kampus pasca ini juga menghubungi Tgk. Fakhrurrozi terkait adanya perkuliahan nanti malam, Tengku yang pernah menjabat MPU kabupaten Bener Meriah ini menjelaskan bahwa perkuliahan perpadatan ini tidak semata-mata keinginan kami, tapi merupakan permintaan langsung dari Prof.Hamid sendiri mengingat Beliau akhir bulan ini mempunyai agenda keluar negeri. @rq)
Rabu, 04 Oktober 2017
Prof.Hamid Sarong MH masuk kamis sore
Hari Kamis semestinya Prof. Rusydi dengan mata kuliahnya Fiqih dan perundang-undangan mengisi ruang kelas unit 2. Profesor yang biasa mengisi kuliah di ruang rapat direktur ini sejak Minggu kemaren telah menyampaikan ijin pada semua mahasiswa bahwa pada tanggal 5 Oktober ia akan ke Maroko bersama rektor dan Wadir. Atas alasan inilah kemudian unit 2 hanya bisa masuk dengan prof. Hamid setelah sebelumnya prof. Muslim dengan mata kuliah pnelusaran literatur fiqih juga tidak bisa mengisi kuliah pada hari Rabu 4 September kemaren.
Namun begitu, Tgk. Fakhrurrozi selaku koordinator kelas unit 2 menindak lanjuti permintaan Prof. hamid yang dulu, bahwa ia pada akhir bulan oktober juga mau keluar negeri, jadi kalo bisa perkuliahan dipadatkan agar tidak terlalu ketinggalan dengan mata kuliah lain. Setelah melalui proses rembuk barenga kemarin sebelum penyampaian mata kuliah ditutup oleh Prof. Hamid, ia mempertegas bahwa besok (Kamis -red) jam 14.00 kita ketemu lagi di tempat yang sama, yaitu B.11.
Minggu, 01 Oktober 2017
Ikhtilat
Minggu 1 Oktober 2017. Setidaknya ada sekitar 10 hingga 15 anak muda yang berkumpul ramai di depan teras asrama B pasca sarjana UiN Ar-Raniry Banda Aceh kemarin. Mereka mundar mandir serta berbaur laki-laki dan perempuan bahkan sekilas perempuannya aktif berbicara sambil tertawa lepas. Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mereka itu adalah mahasiswa pasca, bukan orang luar (yang tidak kuliah di UIN -red). Hanya saja Ust. Fakhrurrozi salah satu mahasiswa S3 pada jurusan fiqih modern mengatakan bahwa mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi UIN aR Raniry.
(Bersambung)
Minggu, 17 Januari 2016
Heboh Hujan Es di daerah Lenteng Barat kecamatan lenteng Kabupaten Sumenep madura
Selasa, 10 November 2009
Cinta dan Kesemuan

Senin, 25 Agustus 2008
Retorika

Sebuah kata, sepenggal sikap, serangkaian ekspresi, adalah bentuk-bentuk dari retorika. perjalanan yang mengikuti hiruk - pikuk kehidupan di setiap celah dan lembah bukit adalah bentuk personifikasi dari sebuah kenyataan dunia.
Sebuah nilai sejarah tak kan pernah hilang begitu saja di tindih musim, tapi akan tetap menjadi monomen besar yang berdiri kokoh dan siap menjadi guru di sepanjang waktu. pernyataan, perkataan-walau tidak sebenarnya-tapi ia merupakan lukisan nyata, bukan ilustrasi dan bayangan semata.
Sepintas, sejarah yang banyak memuat retorika kehidupan memang bukan kenyataan, tapi sebuah bayangan. Namun, sekalipun sejarah itu hanya bayangan, bukankah dalam bayangan itu pernah terselip kenyataan walau hanya dengan hitungan detik. Terimakasih...
Senin, 05 Mei 2008
NURANI
Sabtu, 03 Mei 2008
KESETIAAN
Sabtu, 19 April 2008
Tentang Kehidupan
Hidup itu bukan bayangan, tapi kenyataan seperti sinar matahari yang menjadi ruh kehidupan pada setiap lapisan kehidupan di muka bumi ini.Ayunkan langkahmu... walau dengan gerakan lamban! karena itu bentuk dari sebuah usaha konkret yang tidak terlentang di atas muara hayal...

