Rabu, 22 Juni 2022

SOAL UJIAN SEMESTER 4

Mengapa kita harus belajar Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, tolong beri contoh perbedaan hukum perkawinan dari aspek fiqih klasik dan UU no.1/74 yang ada di masyarakat kita berikut analisis solutif anda sebagai mahasiswa!

============================
NB. 
✓Jawaban dikumpulkan saat hari perkuliahan
✓ Revisi dikumpulkan bersamaan dg jawaban
✓ Jawaban harus diketik rapi (tidak dibenarkan menggunakan tulisan tangan)
✓ Tidak menerima konsultasi tapi dijawab sesuai apa yg dipahami terhadap soal
✓ Menulis nama mahasiswa dg benar

SOAL UAS SEMESTER 2

Apa fungsi belajar sejara sosial hukum Islam berikut berikan contoh kasus dan analisis terhadap perubahan hukum Islam yg terjadi terutama di sekitar kehidupan kita!

Selasa, 02 April 2019

Isro' Mi'roj Leke Dhalem Bergetar

 Yayasan Nurul Jadid yang beralamat di Leke Dhalem Lenteng Barat Sumenep Madura kembali mengadakan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini adalah yang kedua kalinya sejak Yayasan ini didirikan 5 tahun yang lalu. menurut H.Masduki, salah satu panitian pelaksana kegiatan ini penonton yang hadir begitu membeludak, bahkan dibandng tahun yang lalu. diperkirakan hingga mencapai 400 orang hadirin dan hadirat yang memenuhi halaman madrasah Nurul Jadid. Panitia bagian konsumsi mengakui kewalahan melayani para tamu yang bermaksud mengikuti pengajian dengan banyaknya orang yang datang, bahkan ada beberapa tamu yang tidak kebagian konsumsi. oleh karena itu Tohawi sebagai panitia pelayanan konsumsi dan sosial menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka kepada para hadirin yang tidak kebagian konsumsi karena beberapa kesalahan tekhnis di pihak internal panitia.

Pengajian Umum dalam rangka memperingati Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW. di Lembaga pendidikan islam Nurul Jadid Leke Dhalem ini menghadirkan Kiai Kondang dari Larangan Ganding Sumenep, yaitu Kiai Sabit seorang ulama kharismatik lulusan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Kiai Sabit yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Mahasinul Ahlak ini secara kebetulan adalah sahabat baik Ketua Yayasan Nurul Jadid yaitu K.Darussalam BA, sekaligus teman waktu sama-sama mondok di Lirboyo dulu. Menurut Kiai Darussalam, sebagai ketua Yayasan Nurul Jadid, Beliau telah mengundang Kiai Sabit 2 bulan acara mengingat padatnya acara Kiai Sabit dalam memberikan ceramah di berbagai daerah khusunya di Kabupaten sumene dan Pamekasan.


Pengajian umum yang  dimeriahkan dengan lantunan shalawat oleh jamiyatul hadrah Nurul Jadid ini juga difasilitasi dengan dentuman suara Soud System milik bapak Rizki. Acara ini dinyatakan telah mampu menggetarkan suasana Leke Dhalem dengan tujuan utamanya adalah defragmentasi pola pikir lama menuju desa Lenteng Barat yang penuh dengan suasa keilmuan yang terang. Sesuai dengan Namanya Nurul Jadid hadir di Leke Dhalem dalam rangka untuk memberikan cahaya baru dalam kehidupan sosial.

Secara terpisah, Ma'od yang merupakan Panitia inti dalam hal perlengkapan yang telah mampu membuat pentas kehormatan menajdi mewah, mengakui bahwa pesiapan mengadakan kegiatan Isra' dan Mi'raj ini sebenarnya agak cukup lama, termasuk mempersiapkan beberapa bambu. Pada awalnya memang merasa ragu karena tidak lama sebelum pelaksanaan acara salah satu panitia inti juga telah meninggal dunia, yaitu Bapak Jatem (semoga diampuni dosa-dosanya). Namun dengan semangat kebersamaan panitia yang lain akhirnya kegiatan dapat terlaksana dengan sukses.






 Acara Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW. di Yayasan Nurul Jadid ini juga dihadiri oleh para kiai dan tokoh masyarakat Padanan, seperti Kiai Hasan, Kiai Abdullah, dan lain sebagainya. Menurut Mudi, dihubungi via Whatshap, semua wali murid rata-rata menghadiri pengajian kecuali yang mempunyai halangan, ini dibuktikan dengan membludaknya pengunjung utamanya yang dari daerah Ra'as.


Minggu, 09 Desember 2018

Musik dan shalawat

Menyambut hadirnya Rasulullah dg musik lawas

Sabtu, 20 Oktober 2018

TERJADI KEBAKARAN DI LEKE DHALEM

Setidaknya 16 nyawa melayang dengan kondisi luka bakar. 

Berawal dari tumpukan sampah yang menggulung di sebelah utara musholla nurul jadid, para Jama'ah shalat subuh langsung berhambur menuju lokasi. Ternyata kobaran api telah melalap sampah bekas bangunan rumah yang telah tidak dipakai. Sementara Man sahamad,  warga dusun padenan membenarkan adanya peristiwa kebakaran ini dengan merenggut korban nyawa nyamuk 16 ekor yang tewas karena kehabisan oksigen. Sementara pihak kepolisian masih menyelidiki tentang motif kejadian ini apakah kebakaran atau memang kampoan. (qb.lekeDhalemPOS)

Jumat, 19 Oktober 2018

Sabtu, 23 Juni 2018

ANAK : antara milik kita dan titipan Ilahi

entah apa yg menjadi latar belakamg pimikiran mereka, hingga mejadikan anak sebagai alat untuk terjerumus ke gerbang neraka. hati2 dg titipan Allah...

Kamis, 21 Juni 2018

Meluruskan historis hari raya ketupat : antara perintah agama dan realitas budaya madura

Madura dan semua pernak perniknya adalah satu anugerah yang tak bisa dipungkiri, disamping memiliki keragaman budaya yang tidak bisa dilegas-sah kan secara syariah juga banyak aktivitas yang telah memenuhi syarat untuk diklaim sebagai budaya yang tetap ada kesesuaian dengan ajaran islam, seperti hari raya ketupat. 

Hari raya ketupat telah dilaksanakan sejak ratusan tahun yang lalu oleh masyarakat madura khususnya daerah leke dhalem, nung malang, jatean, dan beberapa kota besar di desa lenteng dan ganding. namun demikian mereka menerima dan melakukannya dengan baik tanpa ada beban untuk merayakannya. Sepintas hari raya ketupat memang tak berdasar dan bisa jadi klaim bid'ah dapat denga mudah distempelkannya terutama oleh golongan sebelah dengan alasan tidak ada ayat atau hadits yang mendasarinya.

Jika dilihat dari grafis historis sejak wali songo islam menjadi booming dan diterima oleh masyarakat madura, dalil yang bisa dijadikan pijakan pelaksanaan hari raya ketupat adalah sebuah hadits yang berbunyi : من صام رمضان فاتبعه بست من شوال فكانما صام الدهر
Barang siapa yang puasa di bulan Ramdhan lalu ia berpuasa 6 hari pada bulan syawal, maka ia sperti telah berpuasa 1 tahun

ulama terdahulu (walisongo) mengajarkan masyarakat agar mngikuti jejak Nabi untuk berpuasa 6 hari di bulan syawal setelah ia menjalani puasa selama 1 bulan penuh. lalu setelah hari raya idul fitri ia berpuasa 6 hari maka seminggu setelah itu mereka merayakan kemenangannya yang ke dua kali yakni berhari raya ketupat. sementara itu di beberapa daerah yang kurang memahami akan historis syariyyah ini menganggap hari raya selama 7 hari lalu ia meraikannya selama 7 hari tanpa henti hingga 1 minggu pasca idul fitri. maka budaya inilah sebenarnya yang pantas diklaim sebagai pelaku bid'ah.

Kamis, 05 Oktober 2017

Kuliah malam jumat bersama Prof. Hamid Sarong MH.

Sejatinya, dalam jadwal yg telah beredar tidak ada kuliah Kamis malam, namun karena faktor perpadatan kuliah bersama Prof.Hamid dengan mata kuliah sistem peradilan di Indonesia ini dilaksanakan Kamis malam (nanti malam - -red). Penegasan perkuliahan ini kembali disampaikan Prof.Hamid tadi saat Beliau akan menutup pertemuan perkuliahan tadi sore. Semetara itu bapak Yusuf, salah satu mahasiswa unit 2 yang berasal dari pulau Sabang juga merespon positif atas adanya perkuliahan yang akan diadakan malam hari, pasalnya, karena ia juga tidak bisa pulang hari ini ke Sabang, jadi tidak masalah kalau nanti malam kita mesti ada perkuliahan lagi.

Di tempat terpisah, wartawan info kampus pasca ini juga menghubungi Tgk. Fakhrurrozi terkait adanya perkuliahan nanti malam, Tengku yang pernah menjabat MPU kabupaten Bener Meriah ini menjelaskan bahwa perkuliahan perpadatan ini tidak semata-mata keinginan kami, tapi merupakan permintaan langsung dari Prof.Hamid sendiri mengingat Beliau akhir bulan ini mempunyai agenda keluar negeri. @rq)

Rabu, 04 Oktober 2017

Prof.Hamid Sarong MH masuk kamis sore

Hari Kamis semestinya Prof. Rusydi dengan mata kuliahnya Fiqih dan perundang-undangan mengisi  ruang kelas unit 2. Profesor yang biasa mengisi kuliah di ruang rapat direktur ini sejak Minggu kemaren telah menyampaikan ijin pada semua mahasiswa bahwa pada tanggal 5 Oktober ia akan ke Maroko bersama rektor dan Wadir. Atas alasan inilah kemudian unit 2 hanya bisa masuk dengan prof. Hamid setelah sebelumnya prof. Muslim dengan mata kuliah pnelusaran literatur fiqih juga tidak bisa mengisi kuliah pada hari Rabu 4 September kemaren.

Namun begitu, Tgk. Fakhrurrozi selaku koordinator kelas unit 2 menindak lanjuti permintaan Prof. hamid yang dulu, bahwa ia pada akhir bulan oktober juga mau keluar negeri, jadi kalo bisa perkuliahan dipadatkan agar tidak terlalu ketinggalan dengan mata kuliah lain. Setelah melalui proses rembuk barenga kemarin sebelum penyampaian mata kuliah ditutup oleh Prof. Hamid, ia mempertegas bahwa besok (Kamis -red) jam 14.00 kita ketemu lagi di tempat yang sama, yaitu B.11.

Minggu, 01 Oktober 2017

Ikhtilat

Minggu 1 Oktober 2017. Setidaknya ada sekitar 10 hingga 15 anak muda yang berkumpul ramai di depan teras asrama  B pasca sarjana UiN Ar-Raniry Banda Aceh kemarin. Mereka mundar mandir serta berbaur laki-laki dan perempuan bahkan sekilas perempuannya aktif berbicara sambil tertawa lepas. Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mereka itu adalah mahasiswa pasca, bukan orang luar (yang tidak kuliah di UIN -red). Hanya saja Ust. Fakhrurrozi salah satu mahasiswa S3 pada jurusan fiqih modern mengatakan bahwa mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi UIN aR Raniry.

(Bersambung)

Jumat, 20 Mei 2016

Kenangan... andung biru. belajar ceramah.

Minggu, 17 Januari 2016

Heboh Hujan Es di daerah Lenteng Barat kecamatan lenteng Kabupaten Sumenep madura

Warga kabupaten sumenep kecamatan lenteng desa lenteng barat kembali di kejutkan oleh kejadian tidak wajar. Turunya air hujan yang ditunggu-tunggu masyarakat setempat karena terkait tumbuhan jagung banyak yang sudah "apaleser" ternyata pada hari minggu kemarin tidak turun air hujan sebagai mana yang diharapkan warga, namun dari langit telah turun salju atau es sebesar buah kelapa pada setiap tetesnya, namun begitu, Natun salah seorang warga Kampung Trebung desa lenteng barat memberikan kesaksian bahwa hujan es yang diberitakan warga setempat belum tentu benar adanya. (bersambung)

Selasa, 10 November 2009

Cinta dan Kesemuan


Kalaupun cinta datang tidak untuk memiliki, namun cinta tetap anugerah Tuhan. Cinta adalah keindahan. cinta adalah ketenangan dan kedamaian. Dan yang lebih harus dipahami bahwa cinta adalah makhluk Allah yang tercipta untuk fasilitas pengabdian, bukan justru menjadi tuhan majazi yang harus dinobatkan sebagai kesucian dan atau makhluk suci yang tiada duanya. Dari sinilah kemudia 'cinta' menajdi rumit dan tidak jarang mengantarkan pelaku cinta pada pucuk kehancuran dan kenistaan. Pada konsep ini bukan berarti menghilangkan stigma bahwa cinta bisa berarti indah dan cinta bisa berarti redup. Namun terlalu naif jika cinta harus berarti redup, karena ia tercipta tanpa dosa. Hanya karena pelaku cinta yang tidak memahami garis struktur antara 'cinta' dan sang Pencipta cinta, hingga cinta harus diartikan sesuatu yang menjijikkan. CINTA ITU INDAH...

Senin, 25 Agustus 2008

Retorika



Sebuah kata, sepenggal sikap, serangkaian ekspresi, adalah bentuk-bentuk dari retorika. perjalanan yang mengikuti hiruk - pikuk kehidupan di setiap celah dan lembah bukit adalah bentuk personifikasi dari sebuah kenyataan dunia.

Sebuah nilai sejarah tak kan pernah hilang begitu saja di tindih musim, tapi akan tetap menjadi monomen besar yang berdiri kokoh dan siap menjadi guru di sepanjang waktu. pernyataan, perkataan-walau tidak sebenarnya-tapi ia merupakan lukisan nyata, bukan ilustrasi dan bayangan semata.

Sepintas, sejarah yang banyak memuat retorika kehidupan memang bukan kenyataan, tapi sebuah bayangan. Namun, sekalipun sejarah itu hanya bayangan, bukankah dalam bayangan itu pernah terselip kenyataan walau hanya dengan hitungan detik. Terimakasih...

Senin, 05 Mei 2008

NURANI

Sejauh manakah kaki anda melangkah? atau sudah terbang ke awan putih? atau sedang bertengger di dahan pohon yang jauh dari lapisan humus? atau masih bergelut dengan pasir di area halaman rumah anda yang dijadikan tempat mainan sejak kecil dulu? semua jawaban yang anda miliki tak perlu dilontar pada harian Jawa Pos, Surya, atau media yang lain. Karena apa yang anda jawab mestinya tertuang dalam ungkapan yang tidak kurang dari miniatur kenyataan dalam benak anda. Sedangkan kata, tulisan, apalagi apresiasi tubuh sama sekali tidak dapat menjelaskan secara rinci seperti apa yang ada dalam benak anda.
Sedemikian jauh atau mungkin dekatnya jarak tempuh perjalanan hidup anda, itu karena bias darah dan setetes air susu ibu anda yang disajikan melalui hidangan kasih sayang yang tulus. Tidur dengan pulas di antara kedua tangan di dekat perut ibu bersama ayunan tangannya yang membuat kita tidak mampu mengingat masa-masa itu memang mengasyikkan. Tapi sampai kapan anda akan mendengkur dan tidur pulas dalam buaiannya? Padahal matahari sudah siang. Sinarnya mulai memanggang. Walaupun anda mau terus bermain debu halaman di waktu pagi, tapi matahari itu nyata. Ia telah bergerak dipaksa waktu untuk berjalan sesuai pergantian detik. Kasih sayang ibu memang tak sepanjang galah yang dapat di ukur dengan durasi waktu, tapi sikap manja anda hanya dijatah pagi, sewaktu embun belum mengering. Maka berjalanlah... temui kenyataan! karena anda akan tetap bersama kekuatan dan kebahagiaan ibumu walau jauh dari buaiannya. Yakinlah! bahwa anda tak mungkin harus menelusuri perjalanan "cinta" dan "kebenaran" setelah ibumu pergi untuk selamanya, karena itu hanya nilai ego yang mencoba merasuki paradigma anda untuk kemudian harus hina di sepanjang gurun kehidupanmu....

Sabtu, 03 Mei 2008

KESETIAAN

Kalaupun suara anjing menyeruak masuk ke ruang telinga, tapi itu sama seperti anda. dicipta oleh Zat yang menciptakan anda. kalaupun suara gaduh datang menusuk selaput gendang, itu artinya bahasa yang tertuang dari lidah manusia, dan hal itu adalah cikal bakal dari otak manusia yang berpotensi untuk licik. Seperti pertimbangan muru'ah, prestise, dan martabat kadang mampu meng-KAMUFLASE kenyataan. Maka, hanya kesetiaan yang mampu menjawab semua ini, bahwa hakekat itu adalah ada, sekalipun tertimbun ratusan fata murgana. Atau tanyakan pada matahari! apa dia menjadi "tidak ada" setelah berselimut celah gunung saat sinar bulan mengusir dari ufuk yang berlawanan. yakinlah! bahwa matahari akan setia, menemani penghijauan di setiap ranting-ranting pohon. yakinlah, bahwa matahari tidak mengantuk walau mengalah demi kenyataan malam. yakinlah, bahwa sinar bulan adalah parasit dan bukan sebuah kenyataan walau keindahannya di tebar ke seluruh pantai. yakinlah, bahwa kesetiaan itu ada, jika kita mau berjalan dengan kesabaran dan mencoba memahami waktu dan keadaan.

Sabtu, 19 April 2008

Tentang Kehidupan

Hidup itu bukan bayangan, tapi kenyataan seperti sinar matahari yang menjadi ruh kehidupan pada setiap lapisan kehidupan di muka bumi ini.
Jika hidup itu nyata, maka bayangan itu bukan hayal yang tidak bertanggung jawab, tapi awal dari sebuah kenyataan sekalipun berangkat dari ruang tanpa kehidupan
Maka, bayangkan ... hayalkan ... harapkan ... dan lakukan sebuah pengembaraan...! karena anak panah tak kan mengenai sasaran bila tidak lepas dari busur...
Ayunkan langkahmu... walau dengan gerakan lamban! karena itu bentuk dari sebuah usaha konkret yang tidak terlentang di atas muara hayal...